Setiap perjuangan pasti ada hasil...
Januari tahun lalu, awal 2014 saya bertekat mendaftar beasiswa LPSDM Aceh untuk melanjutkan pendidikan magister. Melihat persyaratannya "toefl" selalu menjadi kendala setiap pendaftar yang memang bukan sarjana bahasa inggris, termasuk saya. Namun saya tetap bertekat mengikuti tes ITP di Unsyiah. Meskipun tesnya termasuk mahal buat saya, tapi demi melanjutkan pendidikan saya tetap akan mengikuti tes ini. Sebelum tes saya sempatkan les bhsa inggris selama 7 hari. Ikut tes dan nilai toefl saya keluar jauh dari persyaratan, cuma 407. Pulang setelah mendapatkan hasil itu saya dapat informasi bahwa ada beasiswa LPDP untuk daerah afirmasi yang diminta nilai toeflnya 400, saya mencari informasinya, tapi saya tidak paham.
saya tinggalkan LPDP Afirmasi pada waktu itu...
Ternyata kehidupan memang tidak ada yang menyangka, 6 bulan kemudian saya dimudahkan dengan informasi dan pendaftaran beasiswa LPDP Afirmasi dengan seluruh proses pendaftarannya telah diuraikan, dengan berharap banyak saya mendaftarkan diri. Saya jadi teringat, tes toefl ITP saya waktu itu tidak sia-sia. Saya mengajak beberapa orang lain untuk mendaftar beasiswa ini, ahhh banyak yang meremehkan waktu itu, saya disuruh daftar duluan.
Setelah mendaftar dan menunggu beberapa waktu saya ingat ada sms pemberitahuan bahwa saya sudah lulus seleksi berkas, Artinya semua berkas yang saya lampirkan telah lengkap. Tinggal mengikuti wawancara dan LGD (Leaderless Group Discussion), dan kami diberitahu jadwal wawancara. Dari daftar peserta yang lulus seleksi berkas ada 5 orang kami dari kabupaten yang sama. Saya cuma meyakini 1 hal, LPDP tidak menentukan kuota penerima beasiswa, jika memang dianggap layak, maka akan diterima.
Setelah wawancara, saya menunggu hasil dengan perasaan was-was. Dengan kondisi saya saat itu sebagai volunteer di salah satu Radio Komunitas di kabupaten saya, Kebetulan ada kegiatan di Jogja sehingga saya diberi kesempatan untuk mengunjungi kota Jogja untuk pertama kalinya. Luar biasa bahagia saya saat itu. Bisa jalan-jalan ke Jogja, dan gratis biaya perjalanan. Alhamdulillah...
Saya masih ingat, begitu selesai kegiatan di Jogja saya singgah di Jakarta sebelum pulang ke Aceh. Mengunjungi adik saya yang kuliah disana. Dan kabar bahagia yang membuat airmata saya jatuh adalah ketika pagi-pagi saya diberi ucapan selamat karena diterima sebagai penerima beasiswa LPDP RI, padahal waktu itu saya belum melihat pengumumannya. waaah tak terbendung rasa syukurku kala itu, benar-benar nikmat terus-menerus menghampiri hidupku.
Ternyata perjuangannya juga belum selesai. Setelah diterima sebagai penerima beasiswa, kami yang dari daerah afirmasi harus mengikuti program pelatihan bahasa inggris untuk menaikkan score toefl sebagai syarat masuk ke perguruan tinggi.
Setelah menunggu cukup lama, kami akhirnya ditempatkan di Yogyakarta. Pelatihan Bahasa Inggris dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta. Awalnya saya senang, bisa benar2 belajar bahasa inggris untuk toefl. dapat banyak teman baru dari seluruh Indonesia, dan dosen2 baru yang kompeten. ahhh ternyata kebahagiaan itu cuma 2 3 bulan. karena setelahnya saya mulai jenuh, belajar bahasa inggris 6 bulan, dari jam 7 pagi sampe jam 4 sore tiap hari senin sampe sabtu. itu sangat melelahkan.
Disamping mengikuti pelatihan bahasa inggris kami juga mempersiapkan untuk masuk ke kampus tujuan. Dan ini yang paling menegangkan. Karena walaupun sudah diterima sebagai penerima beasiswa LPDP kami tetap harus secara mandiri mencari kampus tujuan. Deg-degan rasanya menunggu pengumuman.
Dan akhirnya, hari ini aku dapat memberi kabar gembira untuk keluargaku. Aku dapat merasakan airmata bahagia ayahku, ibuku, ketika mereka mendengar kabar ini. Kabar yang sangat mereka nanti2kan.
Trimakasih atas do'a dan dukungannya selama ini ayah, mamak, abang, dek rima, dek khairi, kawan2, dan mas ardi yang slalu membantu aku melatih skill bahasa inggrisku. Meski kacau balau, beliau selalu sabar hingga pelatihan ini selesai tetap mau membantuku untuk practice :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar